Sunday, November 12, 2017

Rangkuman Buku Manajemen Proyek Konsep Dan Implementasi

Rangkuman Manajemen Proyek



Nama               : Muhammad Adnan
Kelas               : 3KB06
NPM               : 24115460












BAB I
PENDAHULUAN

Pendahuluan
Manajemen proyek kini merupakan keharusan, bukan lagi sekedar pilihan. Ini berarti bahwa pekerjaan-pekerjaan tertentu akan lebih efisien dan efektif jika dikelola dalam kerangka proyek dan bukan diperlakukan sebagai pekerjaan biasa. Dengan demikian diperlukan penerapan manajemen proyek secara benar.
Maka memahami manajemen proyek secara benar sangatlah penting dalam rangka bisa melaksanakannya. Batasan waktu yang tersedia dan biaya yang dianggarkan serta kualitas jalan merupakan hal-hal yang harus dipenuhi dalam penyelesaian pekerjaan tersebut.
Suatu perusahaan perlu membuat rencana strategis untuk jangka lima tahun ke depan. Rencana ini sering disebut dengan corporate plan. Untuk itu, perusahaan tersebut meminta sebuah konsultan untuk membuatnya. Kepada konsultan ini diberi batasan waktu, biaya dan lingkup pekerjaan tertentu yang harus diselesaikan. Dalam beberapa sesi berikut akan dibahas pengertian proyek, manajemen proyek, mengapa manajemen proyek, tawar menawar dalam manajemen proyek.

Definisi Proyek
Proyek didefinisikan sebagai sebuah rangkaian ak tifitas unik yang saling terkait untuk mencapai suatu hasil tertentu dan dilakukan dalam periode waktu tertentu pula.
Sementara (temporary) berarti setiap proyek selalu memiliki jadwal yang jelas kapan dimulai dan kapan diselesaikan. Progressive elaboration adalah karakteristik proyek yang berhubungan dengan dua konsep sebelumnya yaitu sementara dan unik. Setiap proyek terdiri dari langkah-langkah yang terus berkembang dan berlanjut sampai proyek berakhir. Setiap langkah semakin memperjelas tujuan proyek.
Karakteristik-karakteristik tersebut di atas yang membedakan aktifitas suatu proyek terhadap aktifitas rutin operasional. Aktifitas operasional cenderung bersifat terus-menerus dan berulang-ulang, sementara aktifitas proyek bersifat temporer dan unik. Dari segi tujuannya, aktifitas proyek akan berhenti ketika tujuan telah tercapai. Sementara aktifitas operasional akan terus menyesuaikan tujuannya agar pekerjaan tetap berjalan.


Definisi Menejemen Proyek
Manajemen proyek adalah aplikasi pengetahuan (knowledges), Keterampilan (skills), alat (tools) dan teknik (techniques) dalam aktifitasaktifitas proyek untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan proyek (PMBOK, 2004). Manajemen proyek dilaksanakan melalui aplikasi dan integrasi tahapan proses manajeman proyek yaitu initiating, planning, executing, monitoring dan controlling serta akhirnya closing keseluruhan proses proyek tersebut. Dalam pelaksanaannya, setiap proyek selalu dibatasi oleh kendala-kendala yang sifatnya saling mempengaruhi dan biasa disebut sebagai segitiga project constraint yaitu lingkup pekerjaan (scope), waktu dan biaya.
Macam-macam Proyek
1.      Proyek Konstruksi Proyek ini biasanya berupa pekerjaan membangun atau membuat produk fisik.
2.      Proyek Penelitian dan Pengembangan Proyek ini bisa berupa penemuan produk baru, temuan alat baru, atau penelitian mengenai ditemukannya bibit unggul untuk suatu tanaman.
3.      Proyek yang berhubungan dengan manajemen jasa Proyek ini sering muncul dalam perusahaan maupun instansi pemerintah. Proyek ini bisa berupa:
• Perancangan struktur organisasi
• Pembuatan sistem informasi manajemen
• Peningkatan produktivitas perusahaan
• Pemberian training
Timbulnya lde Proyek
Proyek bisa dilihat dari cara munculnya ide proyek. Cara munculnya ide ini akan membawa pengaruh bagaimana suatu pekerjaan proyek bisa didapatkan oleh suatu perusahaan. Ada bermacam-macam cara munculnya ide proyek, antara lain :
1.      Dari Klien langsung ke Konsultan kontraktor
2.      karena ada tawaran dana
3.      Lewat proses lelang
4.      Dari dalam perusahaan sendiri
5.      Melalui penawaran







BAB II
SIKLUS HIDUP PROYEK

Dalam bab siklus hidup proyek secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.      Riset dan pengembangan (R&D) : dalam tahapan ini penelitian pasar akan produk yang diinginkan oleh pasar, pembuatan model dan design serta pembuatan produk.
2.      Pengenalan ke pasar : tahapan ini dapat bagaimana tanggapan pasar tehadap produk baru yang diluncurkan.
3.      Tumbuh : tahapan ini dimana produk tersebut dibeli dan meningkat oleh konsumen.
4.      Matang : tahapan ini dimana jumlah penjualan produk tersebut sudah meningkat dan sulit untuk dinaikan,
5.      Penurunan : pada tahapan ini, jika pada tahap matang berakhir, maka produk tersebut akan mengalami penurunan dalam segi penjualan.
6.      Mati : tahapan ini yaitu jika produk tersebut sudah tidak dibeli lagi oleh konsumen.
            Bab ini menjelaskan tentang siklus hidup dan tahapan – tahapan tentang suatu proyek. Tahapan – tahapan itu dapat dibagi menjadi 4 yaitu :

A) Tahap Konsepsi
            Pada tahap konsepsi dapat dibagi menjadi 2 yaitu a. Inisialisasi Proyek : Inisialisasi merupakan tahap dimana satu ide lahir dan dilakukan klarifikasi bagaimana suatu masalah diselesaikan. b. Kelayakan Proyek : kelayakan yaitu bagaimana suatu masalah dapat diselesaikan dan dapat menguntungkan secara ekonomis.

            Proposal Proyek
            Terdapat beberapa aspek dalam proposal proyek yaitu:
            a. Surat Pengantar
            b. Ringkasan Eksekutif
            c. Bagian Teknis
            d. Manfaat atau Keuntungan Yang Akan Diperoleh
            e. Jadwal
            f. Bagian Keuangan
            g. Bagian Legal
            h. Kualifikasi Manajemen

Pemilihan Proposal
       Dalam tahap ini, proposal yang dievaluasi harus dipilih berdasarakn syarat – syarat administrasi. Syarat – syarat tersebut terdiri dari.
1. Aspek Hukum
2. Bidang Pekerjaan
3. Aspek Finansial
Negosiasi Kontrak
       Dalam tahap negosiasi, antara pemilik proyek dan calon kontraktor diadakan suatu negosiasi. Negosiasi ini bertujuan agar kedua belah pihak (yang menjalin kerja sama) memiliki kesepakatan dalam hal waktu, jadwal dan performansi.

B) Tahap Perencanaan
       Dalam tahapan perencanaan terdiri dari :
       1. Jadwal pekerjaan
       2. Anggaran dan sistem pengenalian biaya
       3. Work breakdown structure secara rinci
       4. Bagian – bagian yang beresiko tinggi
       5. Rencana sumber daya manusia dan pemakaian sumber daya lain
       6. Rencana pengujian hasil proyek
       7. Rencana dokumentasi
       8. Rencana peninjauan pekerjaan
       9. Rencana pelaksanaan proyek

C) Tahap Eksekusi
       Dalam tahapan eksekusi ini, suatu proyek sudah mulai dikerjakan. Dibuat desain, pengembangan, pengadaan, konstruksi, produksi dan lain – lain yang berkaitan dengan eksekusi.

D) Tahap Operasi
       Pada tahapan ini jika suatu proyek sudah diberikan kepada user maka proyek tersebut telah usai dan proyek tersebut akan memulai untuk dioperasikan.


BAB 3
ORGANISASI PROYEK

Di Bab ini menjelaskan jika suatu perusahaan sudah berkembang pesat, maka perusahaan itu dapat mengubah organisasi proyeknya. Tetapi jika perusahaan itu merasa organisasi yang terdahulu sudah baik dalam pengerjaannya, maka perusahaan tersebut dapat memperbaharui organisasinya dengan melakukan penambahan sumber daya manusianya. Dalam suatu perusahaan terdapat beberapa dasar penyusunan struktur organisasi yaitu:
1.      Berdasarkan produk. Perusahaan dapat membentuk suatu organisasinya dalam beberapa produk.
2.      Berdasarkan lokasi. Perusahaan dapat membagi beberapa organisasinya dalam bentuk wilayah atau lokasi.
3.      Berdasarkan proses. Perusahaan dapat membagi beberapa organisasinya dalam proses pembuatan produk.
4.      Berdasarkan pelanggan. Perusahaan membagi beberapa organisasinya menjadi beberapa bagian berdasarka usia, jenis kelamin dan lain – lain.
5.      Berdasarkan fungsi. Perusahaan membagi organisasinya dalam beberapa fungsi organisasi.

A) Proyek Sebagai Bagian Dari Organisasi Fungsional
            Organisasi fungsional membagi departemennya berdasarkan fungsi – fungsi yang ada. Terdapat beberapa fungsi yaitu fungsi pemasaran, fungsi personalia, fungsi produksi, fungsi keuangan dan lain – lain. Organasasi fungsional memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Kelebihannya yaitu.
1.      Adanya fleksibilitas tinggi dalam penggunaan karyawan atau staf
2.      Karyawan yang memiliki kelebihan tertentu dapat ditugaskan dimana saja
3.      Orang – orang yang memiliki keahlian berbeda bisa digabungkan
4.      Divisi fungsional bisa menjadi teknologi yang baru
5.      Divisi fungsional memiliki jalur karir tersendiri
Kelemahannya yaitu.
1. Klien tidak menjadi perhatian utama
2. Divisi fungsional cenderung memiliki orientasi khusus
3. Kadang pada proyek tidak ada karyawan diberikan tanggung jawab penuh
4. Motivasi karyawan cenderung lemah
5. Tidak ada pendekatan holistic dalam penyusunan proyek


B) Organisasi Proyek Murni

            Organisasi proyek murni merupakn bentuk lain dari organisasi proyek. Pada organisasi pimpinan proyek bisa melakukan pembangunan diluar dari kesepakatan antar sub kontraktor yang tidak bisa dikendalikan oleh sub kontraktor tersebut. Organisasi proyek murni memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Kelebihannya yaitu.
1.      Manajer proyek mempunyai wewenang penuh
2.      Semua anggota tim proyek secara langsung bertanggung jawab terhadap manajer proyek
3.      Rantai komunikasi menjadi pendek
4.      Adanya kesatuan komando
5.      Bentuk ini cukup simple dalam dikerjakan
Kekurangannya yaitu.
1.      Banyak proyek yang harus dikerjakan
2.      Pengeluaran biaya yang cukup banyak
3.      Sering manajer proyek menumpuk sumber daya
4.      Bila proyek selesai aka nada masalah baru yaitu bagaimana nasib pekerja proyek selanjutnya
5.      Ketidakkonsistenan prosedur

C) Organisasi Matriks

            Organisasi matrik digunakan untuk menggabungkan kelebihan antara organisasi murni dengan organisasi fungsional dan juga meminimalisir kekurangan antar kedua organisasi tersebut. Tetapi organisasi matriks ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Kelebihannya yaitu.
1.      Proyek mendapat perhatian cukup
2.      Tidak ada masalah yang berat
3.      Tanggapan klien bisa cepat ditangani
4.      Perwakilan dari tiap divisi mempunyai akses
5.      Bila ada proyek yang pengerjaannya dalam waktu bersamaan tetapi sumber daya yang digunakan akan seimbang tiap proyek
Kekurangnnya yaitu.
1.      Terdapat keraguan antar perintah dari dua manajer
2.      Meningkatnya persainagn antar manajer proyek
3.      Manajer matriks melanggar prinsip utama dari manajemen




BAB V
Perencanaan Proyek

Setelah kontrak proyek ditandatangani, maka manajemen puncak dari perusahaan yang mendapatkan pekerjaan proyek harus memberi wewenang untuk melakukan perencanaan, membuat jadwal dan anggaran kepada tim proyek. Langkah-langkah perencanaan meliputi:
1.      Penentuan tujuan proyek dan kebutuhan-kebutuhannya. Dalam hal ini perlu ditentukan hasil akhir proyek, waktu, biaya dan performansi yang ditargetkan.
2.      Pekerjaan-pekerjaan apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan proyek haruslah diuraikan dan didaftar.
3.      Organisasi proyek dirancang untuk menentukan departemendepartemen yang ada, subkontraktor yang diperlukan dan manajermanajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas pekerjaan yang ada.
4.      Jadwal untuksetiapaktivitaspekerjaandibuat, yangmemperlihatkan waktu tiap aktivitas, waktu mulai dan batas selesai serta milestone.
5.      Sebuah rencana anggaran dan sumberdaya yang dibutuhkan dipersiapkan. Rencana ini akan memberikan informasi mengenai jumlah sumberdaya dan waktu untuk setiap aktivitas pekerjaan.
6.      Estimasi mengenai waktu, biaya dan performansi penyelesaian proyek.














BAB VI
PENJADWALAN PROYEK

Yang pertama dikembangkan dalam perencanaan dan penjadwalan adalah Gantt Charts. Nama ini mengacu pada penemunya Henry L. Gantt, seorang konsultan manajemen terkenal. Apa yang diperlihatkan dalam Gantt Charts adalah hubungan antara aktivitas dan waktu pengerjaannya. Disini bisa juga dilihat aktivitas mana yang harus mulai dulu dan aktivitas mana yang menyusulnya. Gantt Charts dibuat menyusul selesainya WBS.
Contoh penjadwalan










BAB IX
PENGENDALIAN PROYEK

Tahap manajemen yang berikutnya setelah pelaksanaan proyek adalah pengendalian. Ini berarti di dalam pelaksanaan proyek, sebelum proyek selesai, sudah ada proses pengendalian. Jadi pengendalian dilakukan seiring pelaksanaan proyek. Pengendalian dilakukan agar proyek tetap berjalan dalam batas waktu, biaya dan performansi yang ditetapkan dalam rencana. Ada beberapa perbedaan antara perencanaan dan pengendalian, Perencanaan berkonsentrasi pada:
·         penetapan arah dan tujuan
·         pengalokasian sumberdaya
·         pengantisipasian masalah
pemberian motivasi kepada para partisipan untuk mencapai tujuan Sedangkan pengendalian berkonsentrasi pada:
·          pengendalian pekerjaan ke arah tujuan
·         penggunaan secara efektif sumberdaya yang ada
·         perbaikan koreksi masalah
·         pemberian imbalan pencapaian tujuan















BAB XI
Pemilihan Proyek

Suatu perusahaan mungkin mempunyai banyak pilihan proyek dalam waktu yang sama. Jika proyek-proyek yang tersedia menjanjikan keuntungan bagi perusahaan, maka perlu dilakukan pemilihan proyek yang paling menguntungkan baik dari segi finansial atau aspek yang lain. Hal ini perlu dilakukan mengingat keterbatasan sumberdaya yang dipunyai perusahaan baik dari segi uang, peralatan atau pun sumber daya manusia. Karena itu proses pemilihan proyek yang akan dikerjakan atau diikuti memegang peran penting. Ada beberapa kriteria finansial yang bisa digunakan dalam pemilihan proyek, antara lain
1.      Payback period (PP)
2.      Return on investment (ROI)  
3.      Net present value (NPV)
4.      Internal rate of return (IRR) 5. Break even analysis


















BAB XII
Mengelola Konflik Dalam Proyek

Munculnya Konflik
Dalam suatu organisasi adanya perbedaan opini, tujuan dan nilai yang dianut seringkali akan memicu terjadinya konflik, apalagi untuk organisasi proyek yang sering dibentuk jika ada proyek baru. Di sini akan seringkali terjadi pergantian personil yang sebelumnya mungkin tidak saling kenal, sehingga orang harus bekerjasama dengan orang-orang baru.
Sebagian besar orang yang pernah aktif dalam organisasi akan setuju pada satu hal bahwa yang paling sulit adalah mengatur orang. Baik organisasi bisnis maupun organisasi nirlaba, permasalahan antar manusia adalah yang paling sulit diatasi. Karena dalam interaksinya seringkali terjadi apa yang dinamakan konflik.
Konflik yang tidak dikelola dengan baik sangat berpotensi untuk menggagalkan pencapaian tujuan organisasi. Pandangan tradisional menganggap konflik sebagai hal yang harus dihindari, tidak sehat dan sebagai masalah. Pandangan ini dianggap kurang benar dalam perspektif manajemen proyek.
















BAB XIII
Manajemen Risiko Proyek

Biasanya manajemen proyek berkonsentrasi pada masalah jadwal dan biaya. Bagaimana melaksanakan proyek sesuai jadwal dan biaya yang direncanakan adalah fokus dari manajemen proyek. Sejak pertengahan 1980, perusahaan mulai menyadari perlunya kebutuhan mengintegrasikan risiko teknis ke dalam risiko jadwal dan biaya. Proses manajemen risiko dikembangkan dan diimplementasikan sehingga informasi mengenai risiko tersedia bagi pengambil keputusan kunci. Manajemen risiko sangat penting pada kondisi di mana ada taruhan yang besar dan ketidakpastian tinggi. Manajemen Risiko pada proyek meliputi langkah memahami & mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin terjadi, mengevaluasi bagaimana risiko ini mempengaruhi keberhasilan proyek, monitoring dan penanganan risiko. Manajemen Risiko yang proaktif akan mengurangi jumlah masalah, memperbaiki keberhasilan pelaksanaan proyek.
Resiko
Risiko merupakan kombinasi dari probabilitas suatu kejadian dan konsekuensi dari kejadian tersebut, dengan tidak menutup kemungkinan bahwa ada lebih dari satu konsekuensi untuk satu kejadian, dan konsekuensi bisa merupakan hal yang positif maupun negatif.


Monday, October 30, 2017

VHDL SYNTAX

VHDL Encoder - Using case Statement


Encoder berfungsi sebagai rangakain untuk mengkodekan data input mejadi data bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan memiliki output sedikit dalam format bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap jalur input yang aktif menjadi kode bilangan biner. Diatas merupakan syntax encoder menggunakan fungsi case, modul yang digunakan adalah modul encoder untuk output binary menggunakan 4 bit, dan input encodernya menggunakan 14 bit, printah enable diatas digunakan untuk mengaktifkan modul tersebut. Binier yang keluar pertama muncul adalah otomatis binier 0, untuk selanjutnya angka akan keluar sesuai dengan masukkan alamat yang dimasukkan contohnya seperti “ 16'h0020 : binary_out = 5; ” jika input sesuai dengan alamat h0020 maka binier yang muncul adalah 5.


 Decoder - Using assign Statement

Decoder adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah bentuk sinyal biner menjadi decimal. Dari syntax diatas dapat dijelaskan bahwa decoder ini memiliki 4 input dan 16 output. Penjalasan untuk syntax diatas adalah binier masuk akan mempengaruhi alamat yang dituju seperti assign decoder_out = (enable) ? (1 << binary_in) : 16'b0 ; alamat akan terus berubah jika binier yang masuk juga berubah ubah sesuai dengan masukkannya. Biasanya diimplementasikan di 7 segment, angka akan muncul sesuai lamat yang dituju 

 Mux : Using case Statement


Pengertian Multiplexer adalah rangkaian logika yang menerima beberapa input data digital dan menyeleksi salah satu dari input tersebut pada saat tertentu, untuk dikeluarkan pada sisi output. Multiplekser berfungsi sebagai data selector. Pada syntax diatas din_0, din_1 dan sel dijadikan input lalu untuk output mux out dapat dilihat output dapat dihasilkan dengan gerbang or tergantung dengan inputan yang diberikan. 

 Synchronous reset D- FF

Dari syntax diatas data, clk dan reset merupakan input, dan q adalah output. Jika ke reset output lebih kecil sama dengan alamat 1’b0 jika tidak kereset maka q lebih kecil sama dengan data. 

 8-Bit Simple Up Counter


Pada syntax diatas out adalah output, clk, enable dan reset adalah input. Jika terjadi ter-reset maka out lebih kecil sama dengan alamat 8’b0 namun jika enable maka out lebih kecil dari sama dengan out ditambah satu. Jadi akan ada pertambahan 1 jika counter berjalan. 

 Parity


Syntax diatas dapat dijelaskan bahwa parity memiliki 1 output dan 7 input. Untuk menghasilkan output, semua input yang masuk akan dijalankan dengan pengurangan xor