Sunday, March 25, 2018

THE TERMINATOR Film yang membahas teknologi AI dimasa depan

Review Film Terminator - Film yang membahas teknologi AI dimasa depan

Review film Terminator ini menggambarkan kisah atau cerita dalam film tersebut. Kisah di dalam film Terminator ini dimulai pada tahun 2029. Tahun di masa depan perang nuklir telah meluluh lantakkan kehidupan di bumi dan hampir memusnahkan seluruh manusia yang ada di bumi.

Di review film Terminator ini tokoh awal cerita adalah Skynet yaitu komputer pintar namun sangat jahat yang menguasai dunia mengirimkan robot T-800 yang diperankan oleh Arnold Schwarzenegger ke masa lalu, tepatnya ke tahun 1984. Robot T-800 ini bersosok seperti manusia biasa sehingga ketika berada di masa lalu tepatnya di tahun 1984, robot T-800 ini bisa berbaur dengan masyarakat yang hidup pada zaman itu.

Dalam review film Terminator Anda akan mendapat gambaran tugas-tugas dari robot penghancur itu. Tugas robot T-800 itu adalah ia harus membunuh seorang perempuan yang bernama Sarah Connor yang diperankan oleh Linda Hamilton.
Dalam review film Terminator, Robot Terminator T-800 itu harus menemukan dan membunuh Sarah Connor karena anak Sarah bernama John yang akan dilahirkannya kelak akan menjadi pemimpin pemberontakan sisa-sisa umat manusia terhadap kekuasaan para mesin dibawah pimpinan Skynet.

Hal ini sangat membahayakan pemerintahan Skynet. Karena itulah Sarah harus dibunuh sebelum ia sempat melahirkan John ke dunia pada tahun 1984 tersebut. Di lain pihak, pemberontak yang hidup di masa depan tidak membiarkan pembunuhan Sarah itu terjadi. Dalam review film Terminator, konflik juga ikut diceritakan.
John yang akan dilahirkan oleh Sarah itu adalah seorang calon pemimpin pemberontakan di masa depan yang mampu mengumpulkan tentara pemberontak untuk menghancurkan Skynet. Karena itulah dari pihak pemberontak masa depan juga mengirimkan satu tentara terbaiknya ke tahun 1984 untuk melindungi Sarah Connor dari ancaman pembunuhan robot Terminator T-800. Anda akan mendapati keseruan bahkan hanya dari review film Terminator ini.

Tentara terbaik dari kelompok pemberontak ini diwakilkan oleh Kyle Reese yang diperankan oleh Michael Biehn. Sementara itu, juga dalam review film Terminator diceritakan, di salah satu pojok kota Long Angeles, Sarah Connor masih menjalani kehidupan seperti biasanya. Ia yang berprofesi sebagai seorang pelayan di sebuah restaurant ini tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan memiliki peranan yang sangat penting di masa depan.
Tepatnya di tahun 2029, Sarah Connor menjalani kehidupannya seperti pada umumnya seorang perempuan single yang selalu khawatir akan masa depannya. Ia malah berpikir bahwa kehidupannya sebagai seorang pelayan di restoran ini sama sekali tidak akan mampu menjamin masa depannya di kemudian hari. Anda akan merasakan sisi lain dari film Terminator ini dari review film Terminator yang Anda baca.

Dalam review film Terminator, robot Terminator T-800 telah sampai ke bumi di tahun 1984. Ia mulai menghabisi orang-orang yang menghalangi misinya. Ia tidak mengenal sedikitpun yang namanya rasa kasihan. Ia mulai menghabisi manusia-manusia dengan kejam termasuk menghabisi teman sekamar Sarah yang memergoki dirinya.

Robot Terminator T-800 juga menghabisi seluruh manusia yang sedang berada di sebuah kantor kepolisian serta menghabisi orang-orang yang berada di jalanan Kota Los Angeles. Kyle Reese berusaha menghalangi sebisanya pembantaian yang dilakukan oleh robot Terminator T-800 tersebut. Peristiwa-peristiwa juga digambarkan ketika seseorang membuat review film Terminator ini.

Karena merasa tidak aman, Sarah yang ditemani oleh Kyle akhirnya melaporkan diri ke kantor kepolisian setempat untuk meminta perlindungan. Sayangnya semua yang dikatakan Sarah malah ditertawakan oleh polisi-polisi tersebut. Bahkan kepolisian akhirnya memanggil seorang psikolog polisi bernama Dr. Silberman yang menganggap bahwa Sarah mengalami gangguan kejiwaan. Konflik batin yang dialami Sarah juga menjadi bagian dari riview film Terminator ini.

Dua orang polisi juga ikut menginterogasi Sarah selama Sarah berada di kantor polisi tersebut. Kedua polisi tersebut adalah Ed Traxler yang diperankan oleh Paul Winfield dan Hal Vukovich yang diperankan oleh Lance Henriksen. Kyle Reese juga menemui Sarah Connor dan menceritakan keadaan yang akan dihadapi oleh Sarah. Dalam review film Terminator, Anda juga akan menemukan sosok lain dari film ini.
Tugas untuk meyakinkan Sarah di film Terminator ini pun merupakan tugas yang cukup sulit bagi Kyle. Bahkan Kyle dianggap Sarah sebagai orang gila sehingga ia tidak mempercayai apapun yang diceritakan Kyle. Tetapi untungnya akhirnya Sarah mau mempercayai semua cerita yang diceritakan Kyle. Mereka berdua akhirnya bahu membahu dalam menghadapi robot Terminator T-800 tersebut. Cerita lengkap tentang review film Terminator juga bisa Anda nikmati.

Ketika Robot Terminator T-800 menyerang kepolisian, Kyle dan Sarah berhasil melarikan diri dan mengungsi ke sebuah penginapan. Di sana Kyle mengakui perasaannya yang jatuh cinta kepada Sarah. Ia telah melihat foto Sarah yang diberikan oleh putranya, John di masa depan. Sarah yang terbawa suasana akhirnya bercinta dengan Kyle. Kisah percintaan juga dibahas dalam review film Terminator ini.

Masih dalam review film Terminator, diceritakan bahwa tidak berapa lama kemudian robot Terminator yaitu T-800 itu berhasil melacak keberadaan Sarah dan Kyle. T-800 menyusul mereka ke motel namun dalam pengejaran berikutnya ini, robot Terminator T-800 itu terperangkap dalam ledakan sebuah truk tangki bensin yang meledak.
Dengan tubuh setengah hancur karena terbakar, robot Terminator T-800 terus mengejar Sarah dan Kyle ke sebuah pabrik tempat mereka bersembunyi. Kyle mencoba menyelamatkan dirinya dan Sarah dengan cara melemparkan bomb, namun ternyata ledakan bom tersebut malah menghancurkan dan membunuh dirinya sendiri. Review film Terminator membantu Anda untuk mencaritahu cerita dalam film ini.

Sarah yang sekarang menjadi seorang diri menghadapi robot Terminator T-800 ini akhirnya berusaha sekuat tenaga untuk melawan agar dirinya bisa selamat dari serangan robot Terminator ini. Sarah berhasil ketika ia mampu menonaktifkan robot Terminator T-800 itu. Kekuatan Sarah terlihat jelas ketika Anda membaca review film Terminator ini.
Selanjutnya, juga dalam review film Terminator, diceritakan bahwa akhirnya Sarah hamil dan melanjutkan perjalanannya ke Mexico. Di dalam perjalanan tersebut, ia membuat rekaman yang menceritakan tentang dirinya dan putranya yang belum lahir yang bernama John.

Sejenak ia sempat berdebat dengan dirinya sendiri apakah ia akan memberitahu John bahwa ayahnya yang sebenarnya adalah Kyle. Namun selanjutnya ia berpikir bahwa pastilah John sudah mengetahuinya karena itulah John menunjukkan foto dirinya kepada Kyle dan menyuruh Kyle untuk menyelamatkannya.


Thanks to : http://www.anneahira.com/review-film.htm

Sunday, March 11, 2018



INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

Sejarah Singkat IMK
tahun 1970 mulai dikenal istilah antarmuka pengguna (user interface), yang juga dikenal dengan istilah Man-Machine Interface (MMI), dan mulai menjadi topik perhatian bagi peneliti dan perancang sistem. Lalu perusahaan komputer mulai memikirkan aspek fisik dari antarmuka pengguna sebagai faktor penentu keberhasilan dalam pemasaran produknya. Istilah human-computer interaction (HCI) mulai muncul pertengahan tahun 1980-an sebagai bidang studi yang baru. Istilah HCI mengisyaratkan bahwa bidang studi ini mempunyai fokus yang lebih luas, tidak hanya sekedar perancangan antarmuka secara fisik.

Pengertian IMK
Interaksi manusia dan komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain, mengevaluasi, dan mengimplementasikan system komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah. Secara harfiah pengertian Interaksi = komunikasi 2 arah antara manusia (user) dan sistem komputer.
Interaksi menjadi maksimal apabila kedua belah pihak mampu memberikan stimulan dan respon (aksi & reaksi) yang saling mendukung, jika salah satu tidak bisa, maka interaksi akan mengalami hambatan atau bahkan menuju pembiasan tujuan.
Definisi interaksi manusia dan komputer = sebuah hubungan antara manusia dan computer yang mempunyai karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menjalankan sebuah sistem yang bertopengkan sebuah antarmuka (interface).





Tujuan IMK
Pada dasarnya prinsip kerja computer :
·         Input
·         proses
·         output
Kepada komputer diberikan data yang umumnya berupa deretan angka dan huruf. Kemudian diolah didalam komputer yang menjadi keluaran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia.
·         Manusia pada umumnya tidak pernah tahu apa yang terjadi pada saat data dimasukkan ke dalam kotak cpu melalui keyboard. Manusia (user) selalu terfokus pada monitor/printer sebagai keluaran.
·         Manusia jarang sekali menyadari proses interaksi dengan komputer. Manusia baru menyadari proses interaksi tersebut saat menemukan masalah dan tidak menemukan solusi pemecahannya. Biasanya manusia menyalahkan antarmuka yang kurang inovatif, kurang menarik, kurang komunikatif
·         Interaksi bisa dikatakan dialog antara user dengan komputer. Model atau jenis interaksi, antara lain :

1.       Command line interface (perintah baris tunggal) contoh : unix, linux, dos
2.    Menu (menu datar dan menu tarik) contoh : hampir semua software menggunakan menu
3.  Natural language (bahasa alami) contoh : bahasa pemrograman terstruktur (belum objek)
4.       Question/answer and query dialogue contoh : mysql, dbase interaktif, dll
5.       Form-fills and spreadsheets contoh : excel, lotus, dll
6.       WIMP yang termasuk komponen WIMP : button, dialogue boxes, pallettes, dll


Maka dari itu tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia dan komputer adalah :
1.       untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah system komputer. Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem computer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly).
2.       WYSIWYG (what you see is what you get)
3.       Mengurangi frustasi, ketidakamanan, dan kebingungan pada pengguna
4.       Implikasi: meningkatkan kepuasan kerja dan menurunkan tingkat absensi pekerja

Bidang Ilmu yang Dibutuhkan                
1.       Teknik elektronika & ilmu computer
memberikan kerangka kerja untuk dapat merancang sistem HCI
2.       Psikologi
memahami sifat & kebiasaan, persepsi & pengolahan kognitif, ketrampilan motoric pengguna
3.       Desain grafis dan tipografi
sebuah gambar dapat bermakna sama dengan seribu kata. Gambar dapat digunakan sebagai sarana dialog cukup efektif antara manusia & komputer
4.       Ergonomik
berhubungan dengan aspek fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman, misal : bentuk meja & kursi kerja, layar tampilan, bentuk keyboard, posisi duduk, pengaturan lampu, kebersihan tempat kerja
5.       Antropologi
ilmu pengetahuan tentang manusia, memberi suatu pandangan tentang cara kerja berkelompok yang masing – masing anggotanya dapat memberikan konstribusi sesuai dengan bidangnya
6.       Linguistik
merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Untuk melakukan dialog diperlukan sarana komunikasi yang memadai berupa suatu bahasa khusus, misal bahasa grafis, Bahasa alami, bahasa menu, bahasa perintah
7.       Sosiologi
studi tentang pengaruh sistem hubungan manusia-komputer dalam struktur sosial, misal adanya PHK karena adanya otomasi kantor.
.
Prinsip Utama Mendisign Antarmuka
1.       User compatibility
Antarmuka merupakan topeng dari sebuah sistem atau sebuah pintu gerbang masuk ke sistem dengan diwujudkan ke dalam sebuah aplikasi software. Oleh karena itu sebuah software seolah-olah mengenal usernya, mengenal karakteristik usernya, dari sifat sampai kebiasaan manusia secara umum.
Desainer harus mencari dan mengumpulkan berbagai karakteristik serta sifat dari user karena antarmuka harus disesuaikan dengan user yang jumlahnya bisa jadi lebih dari 1 dan mempunyai karakter yang berbeda. Hal tersebut harus terpikirkan oleh desainer dan tidak dianjurkan merancang antarmuka dengan didasarkan pada dirinya sendiri, Survey adalah hal yang paling tepat
2.       Product compatibility
Sebuah aplikasi yang bertopengkan antarmuka harus sesuai dengan sistem aslinya. Seringkali sebuah aplikasi menghasilkan hasil yang berbeda dengan sistem manual atau sistem yang ada. Hal tersebut sangat tidak diharapkan dari perusahaan karena dengan adanya aplikasi software diharapkan dapat menjaga produk yang dihasilkan dan dihasilkan produk yang jauh lebih baik. Contoh : aplikasi sistem melalui antarmuka diharapkan menghasilkan report/laporan serta informasi yang detail dan akurat dibandingkan dengan sistem manual.
3.       Task compatibility
Sebuah aplikasi yang bertopengkan antarmuka harus mampu membantu para user dalam menyelesaikan tugasnya. Semua pekerjaan serta tugas-tugas user harus diadopsi di dalam aplikasi tersebut melalui antarmuka. Sebisa mungkin user tidak dihadapkan dengan kondisi memilih dan berpikir, tapi user dihadapkan dengan pilihan yang mudah dan proses berpikir dari tugas-tugas user dipindahkan dalam aplikasi melalui antarmuka. Contoh : User hanya klik setup, tekan tombol next, next, next, finish, ok untuk menginstal suatu sotfware.
4.       Work flow compatibility
Jangan sampai user mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya karena user mengalami kebingungan ketika urutan pekerjaan yang ada pada sistem manual tidak ditemukan pada software yang dihadapinya. Selain itu user jangan dibingungkan dengan pilihan-pilihan menu yang terlalu banyak dan semestinya menu-menu merupakan urutan dari runutan pekerjaan.  Sehingga dengan workflow compatibility dapat membantu seorang user dalam mempercepat pekerjaannya.
5.       Consistency
Sebuah sistem harus sesuai dengan sistem nyata serta sesuai dengan produk yang dihasilkan. Banyak perusahaan dalam menjalankan sistemnya menggunakan aplikasi sistem yang berbeda di setiap divisi dalam perusahaan tersebut. Ada pula yang menggunakan aplikasi yang sama di divisi yang berbeda seringkali keseragaman dalam menjalankan sistem tidak diperhatikan Oleh karena itu software engineer harus memperhatikan hal-hal yang bersifat konsisten pada saat merancang aplikasi
6.       Familiarity
Sifat manusia mudah mengingat dengan hal-hal yang sudah sering dilihatnya atau didapatkannya. Secara singkat disebut dengan familiar. Antarmuka sebisa mungkin didesain sesuai dengan antarmuka pada umumnya, dari segi tata letak, model, dsb.
7.       Simplicity
Kesederhanaan perlu diperhatikan pada saat membangun antarmuka. Tidak selamanya antarmuka yang memiliki menu banyak adalah antarmuka yang baik.  Kesederhanaan disini lebih berarti sebagai hal yang ringkas dan tidak terlalu berbelit.
8.       Direct manipulation
User berharap aplikasi yang dihadapinya mempunyai media atau tools yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan pada antarmuka tersebut. User ingin sekali aplikasi yang dihadapannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sifat dan karakteristik user tersebut. Selain itu, sifat dari user yang suka merubah atau mempunyai rasa bosan.
9.       Control
Prinsip control ini berkenaan dengan sifat user yang mempunyai tingkat konsentrasi yang berubah-ubah. Hal itu akan sangat mengganggu proses berjalannya sistem. Kejadian salah ketik atau salah entry merupakan hal yang biasa bagi seorang user. Akan tetapi hal itu akan dapat mengganggu sistem dan akan berakibat sangat fatal karena salah memasukkan data 1 digit/1 karakter saja informasi yang dihasilkan sangat dimungkinkan salah. Oleh karena itu software engineer haruslah merancang suatu kondisi yang mampu mengatasi dan menanggulangi hal-hal seperti itu.
1    WYSIWYG
WYSIWYG = what you see is what you get = apa yang didapat adalah apa yang dilihatnya. Contoh : apa yang tercetak di printer merupakan informasi yang terkumpul dari data-data yang terlihat di layar monitor pada saat mencari data.  Informasi yang dicari/diinginkan harus sesuai dengan usaha dari user pada saat mencari data dan juga harus sesuai dengan data yang ada pada aplikasi sistem (software).

Sumber : Konsep IMK UNDIP EBook
                  Pengertian IMK UPI Ebook
                   Interaksi Manusia Komputer. Irfan Subakti, Surabaya. 2006